JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berencana menambah lama pendidikan di SMK menjadi empat tahun, dari sebelumnya tiga tahun. Mendiknas M Nuh mengatakan, penambahan tersebut dilakukan setelah ada pertemuan menteri-menteri pendidikan ASEAN di Brunei Darussalam akhir bulan lalu.
"Semua menteri sepakat pendidikan kejuruan sangat berpotensi," jelas Nuh. Penambahan durasi tersebut, disebut program community collage. Setelah siswa lulus SMK, tidak langsung mendapatkan ijazah namun masih wajib mengikuti pematangan
kepribadian dan kemampuan teknis sesuai dengan jurusanya masing-masing.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Kota Jambi, Edy Susilo SPd menyampaikan, program pemerintah ini sangatlah baik untuk dilaksanakan. Karena, semakin lama masa belajar siswa SMK, maka akan semakin banyak ilmu yang mereka peroleh. ‘’Jadi siswa SMK tersebut benar-benar langsung dapat terjun ke lapangan begitu selesai sekolah,’’ tegasnya.
Dirinya mengatakan, program pendidikan empat tahun ini hampir sama dengan SMK Pembangunan yang ada di Cimahi. Dikatakannya, pada SMK pembangunan di Cimahi tersebut, anak-anak satu tahun memang diberi kesempatan untuk melaksanakan prakerin.
‘’Berbeda dengan di sekolah kita, praktek kerja Industri (Prakerin)nya kelas 1 selama 2 bulan, kemudian kelas 2, 3 bulan, lalu kelas tiga selama tiga bulan,’’ terangnya.
Dirinya sangat menyambut baik, jika penambahan waktu belajar ini betul-betul diterapkan. Bahkan, dirinya mengaku siap untuk menjalankan hal itu. ‘’Nanti kan ada petunjuk pelaksanaannya, jadi tinggal di jalankan saja,’’ tandasnya.
Ganjalan
Namun, M Nuh mengakui masih ada persoalan yang masih mengganjal yaitu menentukan ditjen yang mengelola SMK. Selama ini, jelas Nuh, SMK dikelola oleh Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen).
Nah, dengan penambahan masa belajar setelah siswa mengikuti ujian akhir, pendidikan menjadi wewenang ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti).
"Mau ke Dikti nanggung karena cuma setahun. Tetap di Dikmen, siswanya sudah lulus ujian," papar Nuh seperti diberitakan Jambi Ekspres. Tapi, dia tetap akan menjalankan penambahan masa belajar siswa SMK. Terkait hambatan tersebut, Nuh mengatakan akan mencari solusinya.
Di sela-sela pemaparan wacana penambahan durasi pendidikan di SMK menjadi 4 tahun, Mendiknas M Nuh juga mengevaluasi pendidikan SMK. Menurut dia, masih banyak kelemahan yang harus segera dibenahi.
Pertama, materi pelajaran yang tidak up to date. Padahal, lanjutnya, pendidikan SMK sangat berkaitan dengan dunia industri yang berkembang cepat. "Materi pelajaran harus ikut berkembang," ucap mantan rektor ITS tersebut.
Kedua, kemampuan pengajar di SMK yang stagnan. Hal ini terkait dengan kurangnya pelatihan dan pendidikan tambahan untuk mengimbangi laju riset dan teknologi serta kebutuhan industri.
Program solusi
Berangkat dari analisis itu, Menteri memaparkan program magang dan beasiswa bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran di SMK.
Kemudian, Kemendiknas memprogramkan pemuktahiran media ajar yang digunakan praktek siswa SMK. Seperti dikutip dari Jambi Ekspres, Nuh mencontohkan, teknologi mesin motor untuk praktek siswa SMK jurusan otomotif harus sama dengan mesin motor yang digunakan saat ini.*
Sabtu, 04 Juni 2011
Info SMK


1 komentar:
mohon di share info Penerimaan Siswa Baru TA 2017/2017
Posting Komentar